2008/10/31

Pengantar Filsafat (1st Meeting)

I. DESKRIPSI MATA KULIAH

MATA KULIAH INI MENGAJARKAN DASAR – DASAR

PENGETAHUAN FILSAFAT, UNTUK

MENGANTARKAN MAHASISWA KE ARAH PEMAHAMAN : APAKAH FILSAFAT ITU ? APA MANFAATNYA BAGI STUDI PSIKOLOGI?

II. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

SETELAH MENGIKUTI MATA KULIAH INI

MAHASISWA MEMILIKI PENGETAHUAN DAN

PEMAHAMAN FILOSOFIS:

(MENGENALI DAN MENGERTI

PERSOALAN-PERSOALAN HAKIKI (ESENSIAL) DALAM DUNIA KEHIDUPAN SEHARI-HARI DAN DUNIA ILMU PENGETAHUAN)

*




MENGARAHKAN :

· CARA-CARA BERFIKIR MENDASAR

KE AKAR MASALAH

(RADICAL),

*BERORIENTASI PADA MASALAH

(PROBLEM ORIENTED),

· BERORIENTASI PADA INTI PERSOALAN (SUBSTANSIAL).

*TIDAK MUDAH TERJEBAK DAN TERBELENGGU OLEH KEPENTINGAN HISTORIS KULTURAL YANG TIME RESPONNYA HANYA TEMPORER SESAAT, BETAPA PUN BESARNYA NILAI KEPENTINGAN ITU.

*MEMBENTUK SIKAP MENTAL, CARA BERFIKIR DAN KEPRIBADIAN YANG MENGUTAMAKAN KEBEBASAN INTELEKTUAL, SEKALIGUS MEMILIKI TOLERANSI TERHADAP BERBAGAI PANDANGAN

DAN KEPERCAYAAN YANG BERBEDA, SERTA TERBEBASKAN DARI DOGMATISME DAN FANATISME YANG SEMPIT.




III. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

SETELAH MENGIKUTI MATA KULIAH INI MAHASISWA DAPAT MENGIMPLEMENTASIKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN ESENSIALNYA KE DALAM

· DUNIA KEHIDUPAN SEHARI-HARI

· DUNIA ILMU PENGETAHUAN




MANIFESTASINYA

*TUMBUH KEMAMPUAN BERFIKIR:

*KRITIS

*ANALITIS

*OBJEKTIF

*KOMPREHENSIF

(SANGAT DIPERLUKAN BAGI PARA CALON ILMUWAN)

*

IV. POKOK-POKOK MATERI

A. PENGERTIAN FILSAFAT DAN RUANG LINGKUP

KAJIANNYA




1.PENGERTIAN FILSAFAT

a.ASAL-USUL KATA (TERMINOLOGI):

KATA/ISTILAH FILSAFAT (IND) = FALSAFAH (ARAB), PHILOSOPHY (INGG), PHILOSOPHIA (LATIN), PHILOSOPHIE (BLD, JERMAN, PRANCIS), SEMUA ISTILAH ITU BERSUMBER PADA ISTILAH PHILOSOPHIA (YUNANI)

PHILOSOPHIA = PHILEIN (MENCINTAI),

PHILOS (TEMAN) + SOPHOS (BIJAKSANA),

SOPHIA (KEBIJAKSANAAN)




PHILEIN + SOPHOS= MENCINTAI HAL-HAL YANG BERSIFAT BIJAKSANA

PHILOS + SOPHIA = TEMAN KEBIJAKSANAAN

PHILOSOPHOS = PENCINTA KEBIJAKSANAAN

SIKAP MENCINTAI

(PARADOKSAL)

MEMILIKI X MEMPERSOALKAN

(AN UNENDED QUEST – AN UNFINISHED JOURNEY




ORANG SEMAKIN MEMAHAMI MAKNA SEGALA SESUATU, TERMASUK MAKNA KEHIDUPAN INI.




b.SECARA DEFINITIF

· FILSAFAT SEBAGAI METODE BERFIKIR REFLEKTIF YANG MENDALAM

(UPAYA TERUS MENERUS, PROSES MENCARI KEBENARAN MELALUI SIKAP KRITIS, SELALU BERTANYA).

· FILSAFAT SEBAGAI DISIPLIN ILMU

OBJEK KEILMUANNYA:

*OBJEK MATERIAL

SEGALA SESUATU YANG ADA.

(MISAL: MANUSIA, ALAM SEMESTA, ALAM PENCIPTA)

*OBJEK FORMALNYA:

SEGALA SESUATU DIPERTANYAKAN SAMPAI SUDUT PALING DALAM, PALING MENDASAR SAMPAI UNSUR YANG HAKIKI.




(PSIKOLOGI)

OBJEK MATERIALNYA MANUSIA.

OBJEK FORMALNYA PERILAKU MANUSIA DILIHAT DARI FENOMENA PSIKOLOGIS

TUJUANNYA:




MENCARI KEBENARAN

(SESUATU YG LOGIS, EMPIRIS DAN BERMANFAAT)




FILSAFAT = SIKAP BIJAKSANA .

KEBIJAKSANAAN MERUPAKAN TITIK IDEAL, DALAM KEHIDUPAN MANUSIA, KARENA DAPAT MENJADIKAN MANUSIA BERSIKAP DAN BERTINDAK ATAS DASAR PERTIMBANGAN KEMANUSIAAN YANG TINGGI (ACTUS HUMANUS), DAN BUKAN ASAL BERTINDAK (ACTUS HOMINI )




2. RUANG LINGKUP KAJIAN

(CABANG)

ILMU FILSAFAT


* METAFISIKA UMUM

(ONTOLOGI)

* METAFISIKA KHUSUS

(PSIKOLOGI, KOSMOLOGI, THEOLOGI)

* EPISTEMOLOGI

(TEORI PENGETAHUAN)




(TEORI PENGETAHUAN ILMIAH)

FILSAFAT ILMU

* AKSIOLOGI /TEORI NILAI

(LOGIKA, ETIKA, ESTETIKA)

*

B. KELAHIRAN DAN PERKEMBANGAN

ILMU PENGETAHUAN:




*ABAD YUNANI KUNO

*ABAD TENGAH

*ABAD MODEREN

*ABAD KONTEMPORER




*KARAKTER ALAM PEMIKIRAN MANUSIA DAN DINAMIKANYA

*RAGAM ALIRAN/FAHAM PEMIKIRAN DAN METODOLOGINYA

* PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN




PSIKOLOGI

(TERMASUK ILMU PENGETAHUAN MODERN)

(EMPIRIS)




MEMILIKI CARA-CARA KERJA KEILMUANNYA

(METODOLOGI)

POSITIVISME INDUKTIF

(VERIFIKATIF)




(OBSERVATIF, INDUKTIF, EKSPERIMENTAL)

*

C. PENTINGNYA ILMU FILSAFAT

BAGI STUDI PSIKOLOGI




DASAR PEMIKIRAN:

1. MENGINGAT BAHWA OBJEK MATERIAL PSIKOLOGI ADALAH MANUSIA

YANG DILIHAT PERILAKUNYA DARI ASPEK FENOMENA/PERGEJALAAN PSIKOLOGISNYA

(PSYCHOLOGICAL PHENOMENON)

2. ILMU FILSAFAT MENGEMBANGKAN WAWASAN FILOSOFIS MELALUI

CARA-CARA PEMAHAMAN ATAU BERFIKIR ESENSIAL

(ESSENTIAL THOUGHT)

3. MENGANTARKAN KE ARAH PEMAHAMAN HAKIKAT MANUSIA

SIAPAKAH MANUSIA ITU?

(RATIONAL ANIMAL, HOMO HOMINI SOSIUS DLL)

4. MEMBERIKAN DASAR DAN ARAH BAGI PENDEKATAN PSIKOLOGIS TENTANG MANUSIA

*




PERLU KAJIAN FILOSOFIS TENTANG MANUSIA

*

D. PEMAHAMAN FILOSOFIS TENTANG MANUSIA

1. PENGENALAN HAKIKAT MANUSIA

(ONTOLOGY)

(SIAPAKAH MANUSIA ITU?)




*MONISME:

-SPIRITUALISME

-MATERIALISME

*DUALISME

*MONODUALISME

2. PENGENALAN CARA BERADA MANAUSIA (EPISTEMOLOGY)

(BAGAIMANA CARA-CARA BERADA MANUSIA?)




FENOMENOLOGI DAN EKSISTENSIALISME

*FENOMENOLOGI

(TOKOH: EDMUND HUSSERL)

ISTILAH INI SUDAH DIKENAL SEJAK IMMANUEL KANT DAN HEGEL. SEBAGAI ALAIRAN TERSENDIRI BARU DIRINTIS OLEH HUSSERL (1859-1938)

FENOMENOLOGI SEBAGAI BENTUK REAKSI TEHADAP PANDANGAN PARSIAL DETERMINISTIS PHENOMENALISME I. KANT DAN PSIKOLOGISME

YANG MENYEBABKAN TERJADINYA REDUKSIONISME KENYATAAN.




PUSAT PERHATIAN FENOMENOLOGI MEMBICARAKAN REFLEKSI INTELEKTUAL DAN PENGETAHUAN DI DALAM KONTEKS PENGALAMAN MANUSIA. PENGETAHUAN DITEMNPATKAN DI DALAM PENGALAMAN MANUSIA SECARA DINAMIS DAN MENYELURUH




MANUSIA MEMPEROLEH PENGERTIAN DAN MAKNA.

FENOMENOLOGI MULAI MENGHUBUNGKAN PENGETAHUAN – HIDUP DAN KEHIDUPAN .




EKSISTENSIALISME

TOKOH:

MARTIN HEIDEGGER

*GABRIEL MARCEL

*NIETZSCHE

*SOREN KIERKEGAARD

*JEAN PAUL SARTRE

EKSISTENSIALISME ADALAH ALIRAN FILSAFAT DEWASA INI, PENGARUHNYA SANGAT LUAS. PERKEMBANGANNYA MELUAS HINGGA

DI LUAR FILSAFAT:

PSIKOLOGI, SENI LUKIS, SASTRA, DRAMA.

EKSISTENSIALISME MUNCUL SETELAH PERANG DUNIA II.

PERANG DUNIA MEMBERIKAN INSPIRASI PERENUNGAN FILOSOFIS PADA KENYATAAN KONKRET

FOKUS KAJIANNYA:

*MANUSIA KONKRET, INDIVIDUAL

(BUKAN MANUSIA ABSTRAK, KONSEPTUAL, UNIVERSAL).

BERBEDA DENGAN FILS ABAD SILAM.

SEPERTI PERENUNGAN RASIONALISTIS DESCARTES: ”COGITO ER GOSUM”

(SAYA BERFIKIR MAKA SAYA ADA)

BAGI PARA FOLOSOF EKSISTENSIALISME

”SAYA ADA MAKA SAYA BERFIKIR”




*JEAN PAUL SARTRE

1. ORANGNYA:

LAHIR DI PARIS TAHUN 1905. DIBESARKAN OLEH KAKEKNYA CHARLES SCHWEITZER.

TH 1933-1935 MENYELESAIKAN PROGRAM DOKTORALNYA DI JERMAN.

MENJALANI KEHIDUPAN DALAM MASA-MASA PERANG DUNIA II SEBAGAI TENTARA.

2. PEMIKIRANNYA:

*MASALAH KEBEBASAN

MANUSIA SETELAH DICIPTAKAN MEMPUNYAI KEBEBASAN UNTUK MENENTUKAN DAN MENGATUR HIDUP SENDIRI

TERINSPIRASI DARI PENGALAMAN SELAMA MENJALANI TUGAS MILITERNYA.

(PENDERITAAN, KEKEJAMAN,PENGANIAYAAN DAN SEGALA BENTUK PENINDASAN EKSISTENSI MANUSIA.


TUMBUH KESADARAN BARU

MENGENAI EKSISTENSI MANUSIA

BERTITIK TOLAK PADA PEMIKIRAN RASIONALISTIS DESCARTES:

SAYA BERFIKIR MAKA SAYA ADA

DILAWANKAN DALAM DIALEKTIKA PEMIKIRAN EKSISTENSIALIS:

SAYA ADA MAKA SAYA JUGA BERFIKIR.




BAGI SARTRE

MANUSIA BEREKSISTENSI SEBAGAI ”BAGI DIRINYA” (ETRE POUR SOI)

YAITU MAKHLUK YANG HIDUP DAN BERADA DENGAN SADAR DAN BEBAS BAGI DIRI SENDIRI

MANUSIA ADALAH MAKHLUK BEBAS, MAKHLUK YANG SADAR DAN MERDEKA UNTUK DIRI SENDIRI.

DIRI SEBAGAI MAKHLUK BAGI DIRINYA, MANUSIA BERIKHTIAR TERUS UNTUK MEMPERTAHANKAN OTONOMINYA DAN BERUSAHA MENOLAK CARA PANDANG ORANG LAIN YANG MENGURANGI KEMANDIRIANNYA.

KONSEKUENSI PANDANGAN:

PANGKAL TOLAK MANUSIA ADALAH PADA DIRINYA. SESAMA ATAU ORANG LAIN DILIHAT SEBAGAI ANCAMAN BAGI KEBEBASANNYA. HUBUNGAN DENGAN SESAMA ATAU ORANG LAIN MERUPAKAN HUBUNGAN SALING MENEGASI, SELALU ADA KONFLIK DALAM SETIAP RELASI YANG DIJALIN ANTARA SESAMA. KEGIATAN MANUSIAWI MENUNTUT KETERLIBATAN EKSISTENSIAL.

ORANG LAIN BAGI SARTRE:

DIA YANG MEMANDANGKU, MAU MENGOYAK, MENELANJANGIKU, MERENGGUT KEBEBASANNKU. SESAMA ADALAH OBJEK BAGIKU. SAYA SEBAGAI SUBJEK ATAU AKU MERUPAKAN OBJEK BAGI DIA




RELASI BENCI DAN KEMATIAN

KECENDERUNGAN DALAM SITUASI HUBUNGAN

*SAYA BISA TAAT KEPADA ORANG LAIN DENGAN MEMBUAT DIRIKU MENJADI OBJEK ORANG LAIN

*SAYA JUGA DAPAT MEMBERLAKUKAN DIA SEBAGAI OBJEK BAGI SAYA

(MELAKUKAN HUB UNGAN BENCI, SADISME, PELECEHAN )

RELASI BENCI= RELASI DENGAN SESAMA = SESAMA MERUPAKAN NERAKA.

AKU TAK BISA MENERIMA SESAMA SEBAGAI SUBJEK, APALAGI HIDUP BERSAMANYA. TINDAKAN MENGOBJEKKAN JUSTRU MEMATIKAN SUBJEKTIVITAS ORANG LAIN.

KEMATIAN ADALAH SAAT ORANG LAIN MENANG TERHADAP AKU ATAU SEBALIKNA SAAT SI AKU MENJADI BENDA ATAU DIBENDAKAN.

*BEBAN KEBEBASAN

MANUSIA SEBAGAI ADA (DENGAN CARA –CARA BERADANYA) UNTUK DIRINYA

(POUR-SOI – NO THINGNESS)

JUSTRU KARENA ADA KESADARAN PADA MANUSIA

WUJUD KEDIRIAN MANUSIA ITU TERBENTUK JUSTRU KARENA KEMAUANNYA BERSUMBER PADA KEBEBASANNYA.

SARTRE MEOLAK BENTUK-BENTUK DETERMINISME, BAIK YANG PSIKOLOGIS (NALURIAH FREUD) MAUPUN DETERMINISME MEKANISTIS LAINNYA

MENGEKSISTENSI, MENCIPTA DIRINYA TERUS MENERUS SEBAGAI RENTETAN KEBERADAANNYA.

RENTETAN PERWUJUDAN KEBEBASAN PADA MANUSIA KARENA IA TIDAK PERNAH BISA IDENTIK DENGAN DIRINYA, NAMUN BERUPAYA BISA IDENTIK DENGAN DIRINYA. DALAM PROSES INI /TIAPB KALI MNS MENJADI IDENTIK DENGAN DIRINYA, TIAP KALI PULA KESADARANNYA MEMBUATNYA MENGAMBIL JARAK, MEMPERTANYAI DIRI TERUS. MANUSIA TIAP SAAT TIDAK PERNAH MENYATU-IDENTIK DENGAN DIRINYA SENDIRI

*TANGGAPAN TERHADAP PEMIKIRAN SARTRE




*BEROPOSISI DENGAN RASIONALISME

*SEBAGAI TITIK TOLAK BAGI PEMIKIR EKKSISTENSIALIS SELANJUTNYA

LEBIH DILATARBELAKANGI OLEH SUDUT PANDANGANNYA YANG ATEIS.

MUNCUL PEMIKIRAN EKSISTENSIALIS LAIN DARI BERBAGAI SUDUT PANDANG

NIETZSCHE MELIHAT EKSISTENSI MANUSIA SEBAGAI MANUSIA SUPER

KARL JASPERS BERCORAK EKSISTENSIALIS RELIGIUS HUMANIS.

MARTIN HEIDEGGER BERCORAK HUMANIS ONTOLOGIS.

GABRIEL MASCEL BERCORAK KRISTIANI KATOLIK

EVALUASI:

SARTRE MELIHAT MANUSIA SELALU DALAM PERSPEKTIF NEGATIF.

MANUSIA DALAM SITUASI KETERLEMPARAN AKIBAT BEBAN KEBEBASAN YANG DITANGGUNGKAN PADANYA SETELAH PENCIPTAAN. DENGAN POTENSI KEBEBASANNYA IA SIAP MEMANGSA SESAMANYA. NAMUN MANUSIA SADAR DIRINYA PUN SETIAP SAAT BISA DIOBJEKKAN ORANG LAIN.




*PANDANG PESIMISME TERHDAP HIDUP INI

*TIDAK MENGINGINKAN KEBEBASANNYA DIINJAK-INJAK OLEH SIAPA PUN




TENDENSI NEGATIF DARI SIKAP DI ATAS

MEMBUAT ORANG SELALU TERPUSAT PADA DIRINYA SENDIRI, TIDAK PEDULI DENGAN ORANG LAIN.

*

3. PENGENALAN NORMA-NORMA IMPERATIF YANG MENJADI DASAR DAN ARAH DALAM HIDUP MANUSIA

(AXIOLOGY)

(APA DAN KEMANA TUJUAN HIDUP MANUSIA?)




MUNCUL TEORI

1. EGOISME TEORI:

*HEDONISME

*EUDAEMONISE

2. DEONTOLOGISME

3. UTILITARIANISME

4. ETIKA TEONOM

E. ILMU FILSAFAT MENYUMBANGKAN PANDANGAN-PANDANGAN METODOLOGI KEILMUAN

BAGI PERKEMBANGAN PSIKOLOGI




FILSAFAT DENGAN MENGGUNAKAN FAKTA DAN DATA (BAHAN) YANG TERURAI DISAJIKAN OLEH LAPANGAN STUDI KHUSUS (ILMU EMPIRIS), MENGURAIKAN HAKIKAT, NILAI-NILAI DAN KEMUNGKINAN IDEAL TENTANG SESUATU.




ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT PSIKOLOGI




TUJUANNYA:

PEMAHAMAN DAN KEARIFAN




UNTUK MENDASARI DAN MEMBERI ARAH BAGI ILMU EMPIRIS (PSIKOLOGI) YANG MEMILIKI SASARAN :

MENERANGKAN(CLARIFICATION)

MERAMALKAN (PREDICTION)

MENCOBAKAN (EXPERIMENTATION)

Psikologi Umum I (1st Meeting)

ψ Absence makes the heart grow fonder >< Out of sight, out of mind.

ψ Everyman is best known to himself >< Many men are wise about many things, but ignorance of themselves.

ψ Nothing ventured, nothing gain >< Better save than sorry.

ψ Two heads a better than one >< Too many cook spoil the broth.

ψ Itu tadi merupakan common sense yg sering didengar di masy dan mjd indikasi adanya berbagai variasi mns.

ψ Dlm psikologi, kita dpt menggambarkan b’bagai variasi manusia.

ψ Kelompok yg bagus adl kel yg anggotanya bervariasi.

ψ Psikologi dr kata ‘Psyche’ + ‘Logos’ = ‘ilmu yg mpelajari ttg jiwa’.

ψ Jiwa itu tdk dpt diamati, dicatat, & diukur.

ψ J.B. Watson => Psikologi = ‘ilmu yg mempelajari ttg perilaku’.

ψ Perilaku memiliki pengolongan yg beragam salah satunya,, ad yg kasad mata (overt) dan tidak kasad mata (covert),,keduanya adl objek studi psikologi.

ψ Subjek perilaku adl organisme (entitas biososial); awalnya binatang; dipersempit jd mns.

ψ Puflove adl org pertama yg membuat percobaan conditioning pd perilaku hewan (anjing).

ψ Ciri** Perilaku:

1. Kasad mata,tp penyebabnya mungkin tak dpt diamati sec lgsg.

2. Perilaku tu bertingkat (sederhana/stereotip -> kompleks,, salah satu penggolongan perilaku).

3. Perilaku bervariasi & dpt diklasifikasi,,salah satu penggolongan lain,contohnya => kognitif (pikiran), afektif (perasaan), psikomotorik (pikiran+perasaan).

4. Perilaku ad yg disadari&tidak disadari,,salah satu penggolongan juga

ψ Sejarah perkembangan Psikologi:

1. Sjk jaman filsafat mental,,Sokrates (469-399 SM) & Plato (427-347 SM) yg membahas body-mind problem lalu ditegaskan o/ Rene Descrates (1596-1650) yg menunjukan bhw fungsi kelenjar pinealis yg mempengaruhi jiwa-raga,tak terpisahkan.

2. Kemajuan pesat,awal abad19 dg eksperimen** o/ Gustav Theodore Fechner (1801-1887) & Ernest Heinrich Weber (1795-1878)

3. Pd 1879,,Psikologi berdiri sbg ilmu mandiri o/ Wilhem Wundt & William James.

ψ Man is animal symboliticum (mns dpt memaknai sesuatu) by. Ernest Cessiren.

ψ Psikologi sbg ilmu:

1. Sifat dasar mns adl ingin tahu tp kemampuannya terbatas.

2. Metode keilmuan pk alat indera & kemampuan berpikir logik-sistematik yg menghasilkan pengetahuan yg konsisten & dpt diandalkan.

3. Objek studi dipelajari sec sistematis,menggunakan metode yg menjamin objektifitas.

ψ Senyum dpt berjuta makna,tergantung pikiran si penerima.

ψ Metode Penelitian Psikologi:

1. Observasi wajar (overt/covert) yg sistematis & objektif.

2. Survei,dg bertanya pd responden yg merupakan sample dr populasi.

3. Klinis, bersifat idiografik (bukan nomothetik); menggunakan wawancara mendalam, alat diagnostik & studi kasus.

4. Eksperimen u/ melihat hub antara variabel dg memanipulasi lingk & mengontrol variabel tertentu.

ψ Letak Psikologi:

1. Perilaku juga dipelajari o/ Antropologi, Kedokteran, Sosiologi, Manajemen, & Linguistik.

2. Psikologi lebih menaruh perhatian pd perilaku mns sbg individu.

3. Psikologi juga dipandang sbg ilmu biososial.

ψ Schyzophernia dlm psikologi adl ketidaksinambungan antara pikiran & perilaku.

Psikologi Perkembangan I (2nd Meeting)

ψ Perkembangan => pola gerakan atau perubahan yang dimulai dari masa pembuahan hingga sepanjang siklus kehidupan.

ψ Pola gerakan => berbentuk kompleks,,sebab gerakan merupakan produk dari beberapa proses (biologi; kognitif; sosial).

ψ Proses biologi => perubahan** pada sifat fisik seseorang yang sedang berkembang.

ψ Proses kognitif => perubahan** pada pemikiran, intelegensi, & bahasa seseorang yang sedang berkembang.

ψ Proses sosial => perubahan** pada hubungan seseorang dengan orang lain, serta perubahan pada emosi dan kepribadian.

ψ Teori adalah seperangkat gagasan yang saling berkaitan untuk menerangkan data & membuat ramalan (hipotesis).

ψ Untuk membantu dalam penelitian mengenai perkembangan individu,,diperlukan teori** perkembangan (Psikoanalitik; Kognitif; Behaviorism+Social Learning; Etologi; Ekologi).

ψ Teori Psikoanalitik dikemukakan oleh Sigmund Freud & Erik H. Erikson.

ψ Teori Psikoanalitik menekankan pada pentingnya pikiran** tidak sadar anak**.

ψ Menurut Freud : “Kepribadian memiliki 3 struktur (Id; Ego; Super ego).”

ψ Id => struktur kepribadian yang terdiri atas naluri (insting) dan menjadi gudang energi psikis dari individu.

ψ Id tidak berhubungan dengan realitas & dalam keadaan tidak sadar secara total.

ψ Ego => struktur kepribadian yang berurusan dengan tuntutan realitas.

ψ Ego dapat membuat keputusan** rasional.

ψ Id + Ego = tidak ada moralitas yang membedakan antara benar atau salah.

ψ Super ego => struktur kepribadian yang menjadi badan moral kepribadian karena dapat membedakan antara benar atau salah.

ψ Freud : “Kepribadian bagai gunung es,,bagian yang tak disadari dan tak terlihat justru lebih besar ukurannya.”

ψ Mekanisme Pertahanan => metode ketidaksadaran yang dapat menekan konflik antara Id, Ego, dan Super ego.

ψ Represi => mekanisme pertahanan yang paling kuat & paling meresap.

ψ Represi menolak dorongan** Id yang tidak diinginkan di luar kesadaran & kembali ke pikiran tak sadar.

ψ Erogenous zones => bagian tubuh yang mengalami kenikmatan khusus yang sangat kuat dan memberi kualitas pada setiap tahap perkembangan.

ψ Kenikmatan khusus yang dimaksud bersumber dari :

Oral —> Anal —> Phallic —> Laten —> Genital.

ψ Tahap Oral (0-18 bulan) => kenikmatan berpusat pada mulut (mengunyah, menggigit, dll).

ψ Tahap Anal (1-3 tahun) => kenikmatan berpusat pada anus (ekskresi, higienitas, dll).

ψ Tahap Phallic (3-6 tahun) => kenikmatan berpusat pada alat kelamin dg memanipulasi diri.

ψ Dalam tahap ini,,sumber kepuasan adalah keluarga,,hal ini dapat menimbulkan Oedipus Complex (Mother Complex) pada putra & Electra Complex (Father Complex) pada putri.

ψ Akibat mengemukakan tahapan ini,,Freud dikecam oleh berbagai pihak,,termasuk pakar psikoanalitik.

ψ Tahap Laten (6 tahun - pubertas) => kenikmatan berpusat pada ketrampilan sosial & intelektual yang akan menekan minat seksualitas.

ψ Tahap Genital (pubertas - dewasa) => tahap akhir; kepuasan akan muncul dari kenikmatan seksual dengan seseorang selain keluarga sendiri.

ψ Teori Freud tersebut telah direvisi karena adanya penekanan** pada naluri seksual individu.

ψ Teori Erikson lebih menekankan Psikoanalitik dengan tahapan** Psikososial,,bukan Psikoseksual (Freud).

ψ Tahapan Psikososial pertama; Kepercayaan >< Ketidakpercayaan (0-1 tahun)

=> Munculnya rasa percaya pada bayi yang menuntut perasaan nyaman secara fisik & dengan kecilnya rasa takut serta kekhawatiran akan masa depannya.

ψ Otonomi >< Rasa Malu+Keragu**an (1-3 tahun)

=> Balita yang mendapat kepercayaan, mulai menyatakan rasa mandiri secara otonomi yang bila dihambat justru akan memunculkan rasa malu & ragu**.

ψ Prakasa >< Rasa Bersalah (masa** pra sekolah)

=> Pengembangan rasa tanggung jawab pada anak akan menjadi sebuah prakasa, jika tidak, maka akan tumbuh rasa bersalah pada dirinya.

ψ Tekun >< Rendah Diri (masa** sekolah dasar)

=> Pada sekolah dasar, anak** mengarahkan energi mereka pada penguasaan pengetahuan & keterampilan intelektual, serta menghindari perasaan tidak berkompeten atau tidak produktif.

ψ Identitas >< Kebingungan Identitas (masa remaja)

=> Remaja akan dihadapkan oleh penemuan jati diri mereka yang akan membantu penjajakan pilihan** alternatif peran mereka ke depannya.

ψ Keakraban >< Keterkucilan (masa awal dewasa)

=> Pembentukan relasi dengan orang lain yang menjadi sebuah keakraban adalah wujud penemuan diri sendiri.

ψ Bangkit >< Berhenti (masa pertengahan dewasa)

=> Perasaan berguna bagi generasi muda untuk mengembangkan dan mengarahkan kehidupannya, tanpa merasa tidak melakukan apa**.

ψ Intergritas >< Kekecewaan (masa akhir dewasa)

=> Evaluasi mengenai apa saja yang telah dilakukan sepanjang hidup ini.

ψ Teori Kognitif yang penting adalah Teori Piaget dan Teori Pemrosesan Informasi.

ψ Teori Kognitif menekankan pada pentingnya pikiran** sadar anak**.

ψ Piaget : “anak** membangun kognitif mereka sendiri secara aktif dan mereka akan menyesuaikan pemikiran mereka, baik dengan asimilasi, maupun dengan akomodasi.”

ψ Asimilasi => penggabungan informasi baru ke dalam pengetahuan yang telah ada sebelumnya.

ψ Akomodasi => penyesuaian diri kita dengan hadirnya informasi baru.

ψ Piaget mengembangkan empat tahapan dalam perkembangan kognitif.

ψ Tahap Sensormotor (0-2 tahun) => munculnya pemahaman dengan mengkoordinasikan pengalaman** sensoris & tindakan** motoris fisik.

ψ Tahap Pra Operasional (2-7 tahun) => individu mulai memiliki pemikiran simbolis dengan kata** dan gambar**, tapi belum bisa melaksanakan ‘operasi’.

ψ Operasi yang dimaksud Piaget adalah tindakan mental yang diinternalisasikan dan memungkinkan anak** melakukan secara mental, apa yang belum mereka lakukan secara fisik.

ψ Tahap Operasional Konkret (7-11 tahun) => individu mulai melakukan operasi dengan penalaran logis yang menggeser pemikiran intuitif dan akan diterapkan secara spesifik atau konkret.

ψ Tahap Operasional Formal (11-15 tahun) => individu telah melampaui dunia nyata dengan pengalaman** konkret dan berpikir secara abstrak serta lebih logis.

ψ Teori Pemrosesan Informasi => pendekatan mengenai cara individu memproses informasi tentang dunia mereka.

ψ Kognisi bermula saat persepsi dan proses sensor menangkap informasi yang akan disimpan, disebarkan serta diperoleh kembali dalam proses memori.

ψ Teori Behaviorism dari Skinner serta Social Learning dari Bandura sama** mempelajari perkembangan individu melalui perilaku yang diamati dan dipelajari melalui pengalaman dengan lingkungan.

ψ Behaviorism => studi ilmiah tentang respon perilaku yang dapat diamati & determinan lingkungannya. Oleh karena itu, pengalaman yang disusun ulang dapat mengubah perkembangan individu.

ψ Social Learning => pandangan mengenai perilaku, kognisi, dan lingkungan sebagai faktor kunci dalam perkembangan individu. Faktor** kunci tersebut saling memberikan pengaruh timbal-balik.

ψ Kedua hal ini berfokus pada proses penjelasan perkembangan anak dengan adanya pengaruh dari faktor** sosial dan kognitif.

ψ Teori Etologi yang dikembangkan Lorenz menekankan bahwa faktor biologis yang terkait dengan evolusi sangat mempengaruhi perilaku individu dan ditandai oleh adanya periode penting.

ψ Periode penting => periode tertentu yang sangat dini dalam perkembangan dan akan memunculkan perilaku tertentu secara optimal.

ψ Lorenz pun tak lupa memperkenalkan proses imprinting yang merupakan konsep etologis untuk belajar dengan cepat&alami dalam suatu periode waktu yang kritis.

ψ Teori Ekologi yang dibawa oleh Bronfenbrenner merupakan pandangan sosiokultural yang melibatkan interaksi dalam lima sistem lingkungan yang ada.

ψ Mikrosistem => seting tempat individu hidup dan berinteraksi secara langsung dengan agen** sosial di sekitarnya (keluarga, teman, guru, dll).

ψ Mesosistem => terdiri dari beberapa mikrosistem yang dikenal individu.

ψ Eksosistem => di sini individu tak punya peran aktif, karena hanya melibatkan pengalaman** dalam seting sosial lainnya.

ψ Makrosistem => tempat berkembangnya kebudayaan milik individu.

ψ Kronosistem => pemulaan peristiwa** lingkungan, transisi sepanjang siklus hidup, dan keadaan** sosiohistoris.

ψ Prinsip perkembangan adalah fakta** dasar mengenai perkembangan. Ada 10 fakta dasar tentang perkembangan.

ψ Pertama => Perkembangan tentang perubahan dan tujuan perkembangan adalah realisasi diri atau pencapaian kemampuan bawaan.

ψ Kedua => Perkembangan awal yang dipengaruhi oleh proses belajar dan pengalaman itu lebih penting daripada perkembangan lanjutan.

ψ Ketiga => Interaksi kematangan menimbulkan sebuah perkembangan dan batas ** perkembangan ditentukan dengan cara belajar bersama kematangan tersebut.

ψ Keempat => Pola perkembangan dapat diramalkan, meski begitu kecepatan perkembangan individu berbeda tergantung faktor lingkungan pra natal & pasca natal.

ψ Kelima => Pola perkembangan memiliki karakteristik tertentu.

ψ Keenam => Variasi perkembangan individu dikarenakan pengaruh bawaan serta pengaruh lingkungan.

ψ Ketujuh => Pola perkembangan memiliki periode (pra natal - neo natal - pasca natalbayi - awal kanak** - akhir kanak** - pubertas - awal dewasa - pertengahan dewasa - akhir dewasa).

ψ Kedelapan => Setiap periode perkembangan menanamkan sebuah harapan dari segi sosial.

ψ Kesembilan => Setiap bidang perkembangan mengandung kemungkinan buruk yang dapat mengubah pola perkembangan individu.

ψ Kesepuluh => Variasi kebahagiaan terdapat di setiap periode perkembangan.

ψ Dalam penelitian tentang perkembangan memiliki aspek** yang akan diukur di setiap periodenya. Ada 4 aspek yang akan diukur.

ψ Aspek Fisik => Dalam perkembangan individu terjadi perubahan** pada tubuh, otak, kapasitas sensoris dan ketrampilan motorik. Perubahan pada tubuh ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat tubuh, pertumbuhan tulang dan otot, serta kematangan organ seksual & fungsi reproduksi.

ψ Aspek Kognitif => Dalam perkembangan individu terjadi perubahan** kemampuan mental seperti belajar, memori, menalar, berpikir, dan bahasa. Hal tersebut ditandai dengan adanya interaksi dari struktur otak yang telah sempurna dan lingkungan sosial yang semakin luas untuk eksperimentasi.

ψ Aspek Kepribadian => Dalam perkembangan individu terjadi perubahan** cara individu berhubungan dengan dunia dan menyatakan emosi secara unik. Salah satu pertanda berkembangnya kepribadian individu adalah pencarian identitas diri atau proses menjadi seorang yang unik dengan peran yang penting dalam hidup

ψ Aspek Sosial => Dalam perkembangan individu terjadi perubahan** dalam hubungan dengan orang lain. Sebagai contoh adalah perubahan ruang lingkup pergaulan di setiap periode perkembangan.

ψ Metode adalah pendekatan untuk menemukan informasi yang akurat mengenai hal** tertentu dengan langkah** tertentu (mengidentifikasi & menganalisis masalah, mengumpulkan data, menarik kesimpulan, serta merevisi teori).

ψ Metode yang digunakan untuk meneliti perkembangan individu ada 8 macam.

ψ Pengukuran => menggunakan aspek** yang tersedia sebagai tolak ukur. Hal ini sangat berpengaruh pada metode** lainnya.

ψ Pengamatan => secara efektif & sistematis, bukan sekedar melihat, tapi mengendalikan faktor** tertentu yang menentukan perilaku individu (pengamatan laboratorium), bisa juga tidak mengendalikan faktor** tersebut (pengamatan alamiah).

ψ Wawancara&Kuesioner => penting untuk mengukur persepsi dan sikap individu. Inilah cara tercepat untuk memperoleh informasi. Walau sama** terstruktur, tapi beda. Wawancara itu menanyakan via audio, sedangkan Kuesioner itu bertanya melalui hitam di atas putih (soal** dikertas).

ψ Studi Kasus => memberi pandangan mendalam atas individu. Metode ini sering digunakan oleh psikolog klinis saat aspek** kehidupan yang unik dari individu tak dapat diduplikasi.

ψ Tes Terstandar => dirancang untuk mengukur karakteristik individu dalam kaitan dengan sekelompok individu sejenis. Ciri** tes ini adalah dengan menjumlahkan semua skor individu untuk menghasilkan pencerminan individu tersebut atau membandingkan skor individu dengan skor kelompok sejenis.

ψ Lintas Budaya&Etnis => fokus terhadap hakekat pikiran & perilaku yang bersifat budaya universal (pendekatan emic) serta budaya spesifik (pendekatan etis).

ψ Fisiologis&Studi Binatang => memberikan informasi tentang landasan biologis sebuah perilaku. Karena meneliti tentang keadaan fisik individu, maka diperlukan binatang sebagai kelinci percobaan yang dapat dikontrol dalam penelitian.

ψ Multi pengukuran,sumber&konteks => Metode yang mengadopsi beberapa metode sekaligus untuk menemukan sebuah penilaian tentang perkembangan yang lebih komprehensif & valid.

ψ Orientasi Teoretis Eklektis => pendekatan teoretis ini tidak hanya memakai sebuah teori dari sekian banyak teori yang ada, melainkan mencari unsur** yang dianggap terbaik dari setiap teori tersebut.